Lompat ke isi utama

Berita

Wujudkan Pemilu Ramah Lingkungan, Bawaslu Lhokseumawe kolaborasi dengan Bank Sampah Unimal

Penandatanganan perjanjian kerja sama Dengan pihak Bank Sampah Unimal

Penandatanganan perjanjian kerja sama Dengan pihak Bank Sampah Unimal

Lhokseumawe - Bawaslu Kota Lhokseumawe menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Universitas Malikussaleh (BSU) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang pemanfaatan sampah bernilai, penguatan demokrasi, dan kampanye Pemilu ramah lingkungan. Penandatanganan tersebut berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Kantor Panwaslih Kota Lhokseumawe.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dihadiri Ketua Dedy Syaputra, Anggota Ayi Jufridar dan Yuli Asbar, Koordinator Sekretariat Santi Setiawati, serta staf Mahlil. Sementara itu, dari pihak Bank Sampah Unimal hadir Direktur BSU Dr. Yanita, S.E., M.M., Manager Umum Saifullah, dan Manager Produksi Muda Andia.

Kerja sama ini dimaksudkan untuk mengembangkan pengawasan partisipatif, memperkuat fungsi kelembagaan dalam penguatan demokrasi, serta mengampanyekan Pemilu ramah lingkungan. Selain itu, kolaborasi ini diarahkan untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang partisipatif, edukatif, kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan.

Melalui kerja sama tersebut, Panwaslih Kota Lhokseumawe berupaya mengurangi timbulan sampah bernilai di lingkungan kerja, khususnya kertas bekas yang sudah tidak digunakan. Kertas tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan melalui mekanisme pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular sehingga tetap memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Di sisi lain, BSU memperoleh dukungan berupa donasi sampah bernilai, terutama kertas bekas, yang dapat dikelola dan diolah kembali. Dengan demikian, kerja sama ini tidak hanya mendukung pengelolaan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.

Kedua pihak juga menyatakan komitmen untuk saling mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan masing-masing, terutama dalam merealisasikan berbagai program yang telah disepakati dalam perjanjian kerja sama. BSU berkomitmen mendukung Panwaslih Kota Lhokseumawe dalam berbagai upaya penguatan demokrasi dan kampanye Pemilu ramah lingkungan. Sebaliknya, Panwaslih Kota Lhokseumawe turut mendorong pengembangan organisasi BSU agar semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Direktur BSU, Dr. Yanita, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama ini dapat memperluas jaringan BSU sehingga tujuan organisasi dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi dapat tercapai. Upaya tersebut diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dari sesuatu yang dianggap tidak berguna menjadi sumber daya yang memiliki nilai manfaat.

Sementara itu, Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe, Dedy Syaputra, menyampaikan antusiasmenya terhadap kerja sama tersebut. Menurutnya, isu kampanye Pemilu ramah lingkungan selama ini masih relatif jarang diangkat dan kerap berhenti pada tataran wacana tanpa diikuti langkah konkret dari para pemangku kepentingan.

Melalui kerja sama ini, Panwaslih Kota Lhokseumawe ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk dalam aktivitas kelembagaan dan penyelenggaraan pengawasan Pemilu. Pengelolaan sampah bernilai di lingkungan kantor menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari gerakan Pemilu yang lebih ramah lingkungan.

Senada dengan hal tersebut, Ayi Jufridar, menyampaikan bahwa kerja sama dengan BSU merupakan bentuk kolaborasi yang mengangkat isu kampanye Pemilu ramah lingkungan di lingkungan Bawaslu. Ia berharap inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga dan instansi pemerintah lainnya untuk turut mengembangkan program serupa.

Menurutnya, demokrasi tidak hanya berkaitan dengan proses pemilihan dan pengawasan, tetapi juga dapat dibangun melalui kesadaran bersama terhadap keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, kampanye Pemilu ramah lingkungan perlu didukung melalui kolaborasi lintas sektor dan tindakan nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Kerja sama Panwaslih Kota Lhokseumawe dan Bank Sampah Unimal ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara penguatan demokrasi dan pelestarian lingkungan. Melalui pengawasan partisipatif, pengelolaan sampah bernilai, serta edukasi publik, kedua pihak berupaya mendorong terciptanya budaya kelembagaan yang peduli lingkungan sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Demokrasi yang berkelanjutan tidak hanya diwujudkan melalui pengawasan yang partisipatif, tetapi juga melalui kepedulian dan tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

Penulis : Mahlil

Editor : Mahlil