Lompat ke isi utama

Berita

Menulis Dengan Berfikir, Bekerja Seperti Jurnalis. Panwaslih Kota Lhokseumawe Gelar Pelatihan Penulisan Siaran Pers

Ayi Jufridar menjadi pemateri pada kegiatan Pelatihan Penulisan Siaran Pers Standar Media Mainstream

Ayi Jufridar menjadi pemateri pada kegiatan Pelatihan Penulisan Siaran Pers Standar Media Mainstream

Panwaslih Kota Lhokseumawe gelar kegiatan Pelatihan Penulisan Siaran Pers Standar Media Mainstream. Kegiatan diikuti oleh Anggota Panwaslih Kabupaten/Kota se-Aceh yang menaungi Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas serta seluruh jajaran Panwaslih Kota Lhokseumawe tersebut dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada Kamis, 23 Juni 2026 dengan mengangkat tema utama “Hubungan Media dan Penulisan Siaran Pers Standar Media Mainstream dalam Rangka Penguatan Pengawasan Pemilu.

Dalam sambutannya, Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe Dedy Syahputra mengatakan sejatinya kegiatan ini merupakan bagian dari rencana kerja internal Panwaslih Kota Lhokseumawe khususnya dibidang kehumasan yang telah ditetapkan diawal tahun, ia mengapresiasi Panwaslih Provinsi Aceh yang mendorong sehingga pelatihan ini dapat diselenggarakan dengan cakupan peserta lebih luas bahkan diikuti oleh Bawaslu Kabupaten/Kota dari provinsi lain.

Sementara Anggota Panwaslih Provinsi Aceh Maitanur berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pemberitaan tentang kinerja Panwaslih melalui media massa maupun sarana publikasi website lembaga dengan produk publikasi siaran pers yang dikemas dengan standar media mainstream.

Anggota Bawaslu Provinsi Aceh


Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Zainal Bakri, S.Sos,M.Kom.I dengan tema Memperkuat hubungan strategis dengan Media; panduan bagi penyelenggara Pemilu”. Berbekal rekam jejaknya sebagai mantan Wartawan dan pengawas pemilu sebelum menjabat sebagai Anggota KIP kota Lhokseumawe sejak tahun 2018 sampai sekarang, ia dengan lugas memaparkan berbagai dinamika, problematika sekaligus solusi terkait hubungan media dalam penguatan pengawasan pemilu. “Penyelenggara pemilu tidak bisa berdiri sendiri, media adalah mitra strategis, bukan lawan bicara. Hubungan strategis dengan media bukanlah beban melainkan kebutuhan mutlak” ujarnya.

Materi kedua diisi oleh Ayi Jufridar Anggota Panwaslih Kota Lhokseumawe yang juga mengampu Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas. Dalam materinya terkait Merilis Berita Standar Media Mainstream, ia mengulas ragam karakteristik media massa dan media online, value sebuah berita, pentingnya siaran pers yang memenuhi standar, hingga teknis penulisan siaran pers. Menurutnya, pemilihan angel yang kurang tepat, judul yang tidak menarik serta informasi yang klise dalam sebuah rilis harus dihindari. Sebaliknya, pilihan angel yang menarik serta natural, foto standar jurnalistik dan kelengkapan unsur berita, lokasi dan narasumber dapat meningkatkan value sebuah siaran media yang dibuat oleh lembaga. Jika ingin siaran pers diterima media massa, tulislah dengan cara berfikir dan bekerja seperti seorang jurnalis, ujarnya sebagai penutup.

Kegiatan ditutup oleh Anggota Panwaslih Kota Lhokseumawe Yuli Asbar, ia menekankan jajaran staf Panwaslih Kota Lhokseumawe untuk terus meningkatkan kompetensi personal dan kinerja kehumasan dengan menghasilkan produk publikasi/siaran pers yang memenuhi standar media mainstream. Kemampuan menulis sesuai standar juga harus diaktualisasikan dalam penyusunan naskah dokumen pengawasan pemilu seperti Form A dan dokumen lainnya.