Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Lhokseumawe Peringati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026

pengiibaran bendera merah putih Peringati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026

pengiibaran bendera merah putih Peringati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2026

Jajaran Bawaslu Kota Lhokseumawe menggelar Upacara Peringatan Ke-118 Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 pada hari Rabu 20 Mei 2026. Upacara tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia tanggal 15 Mei 2026 perihal Penyampaian Pedoman Peringatan ke-118 Harkitnas Tahun 2026 dan Surat Edaran Ketua Bawaslu Republik Tentang Pedoman peringatan ke-118 hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 Di Lingkungan Bawaslu, Bawaslu/Panwaslih Provinsi, dan Bawaslu/Panwaslih Kabupaten/Kota

Kegiatan upacara dimulai pukul 08.00 WIB diikuti oleh pimpinan serta pegawai Bawaslu Kota Lhokseumawe. Bertindak sebagai Pembina upacara Ketua Bawaslu Kota Lhokseumawe Dedy Syahputra, pemimpin upacara Armianto, pengerek bendera Merah Putih terdiri dari Andri Riski P, Muhammad Khadafi, dan Sarfina. Sementara Mhd. Fuajri sebagai pembaca teks pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, pembaca do’a Mahlil dan Nurul Aulia Putri sebagai MC.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang mengusung tema "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan, nasionalisme, dan penghargaan atas jasa para tokoh perintis bangsa. Semangat ini mendorong kebangkitan kolektif seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman, memperkuat gotong royong, dan membangun masa depan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. Selain meneguhkan komitmen terhadap cita-cita nasional, momen ini juga menumbuhkan optimisme dan inovasi, khususnya di kalangan generasi muda sebagai motor pembangunan dan pewaris nilai kebangsaan.

Dalam sambutan pidato Menteri Komunikasi dan Digital yang dibacakan oleh Pembina Upacara disampaikan bahwa secara filosofis, Kebangkitan Nasional merupakan sebuah proses dinamis yang bersifat mutatis mutandis, yang artinya menyesuaikan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Kebangkitan berarti keberanian untuk melepaskan diri dari belenggu ketidaktahuan dan ketertinggalan. Memasuki tahun 2026 ini, tantangan bangsa telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi panggilan bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda, untuk kembali menyalakan api "Boedi Oetomo" dalam setiap lini kehidupan. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang diambil senantiasa berorientasi pada kemajuan bersama.

Penulis : Mahlil
Editor : Humas