Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lhokseumawe Gelar Jum'at Sehati & Jumpa Berlian, Perkuat Nilai Spiritualitas Menuju Profesionalitas Pengawas Pemilu

Bawaslu Lhokseumawe Gelar Jum'at Sehati & Jumpa Berlian

Bawaslu Lhokseumawe Gelar Jum'at Sehati & Jumpa Berlian

LHOKSEUMAWE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Lhokseumawe menyelenggarakan kegiatan Jumpa Berlian pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Peningkatan Nilai Spiritual Menuju Profesionalitas Kelembagaan Pengawas Pemilu.”

Kegiatan yang diikuti seluruh staf Bawaslu Kota Lhokseumawe ini menjadi ruang pembinaan spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai moral dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan pengawas pemilu.

Dalam kegiatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Tgk. Jamaluddin H. Kadir, pimpinan Dayah Qari Hafizh (QAHA) Ukhwatul Qur’an Lhokseumawe yang akrab disapa Waled Jamaluddin.

Dalam ceramahnya, Waled Jamaluddin mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, termasuk tidak menzalimi atau merugikan orang lain.

“Jangan menzalimi orang lain. Mudahkanlah urusan orang lain dan awali setiap langkah dengan istighfar,” pesan Waled Jamaluddin.

Ia juga mengingatkan agar setiap orang menjaga lisan dan tidak membuka aib orang lain. Menurutnya, seorang Muslim hendaknya lebih banyak melakukan introspeksi diri serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Jangan membuka aib orang lain dan mintalah ampunan kepada Allah,” ujarnya.

Waled Jamaluddin juga menyampaikan tentang sejumlah keutamaan ibadah yang tidak selalu diketahui manusia. Ia mengingatkan bahwa Allah SWT merahasiakan berbagai fadhilah dari ibadah, termasuk salat.

Menurutnya, ketika seseorang istiqamah dalam menjalankan salat, terdapat ampunan dan keberkahan yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya.

“Allah merahasiakan fadhilah salat. Jika kita istiqamah, Allah akan memberikan ampunan atas dosa-dosa kita,” katanya.

Selain itu, Waled Jamaluddin mengingatkan bahwa waktu kematian juga merupakan salah satu rahasia Allah SWT. Manusia tidak mengetahui kapan ajal akan datang sehingga setiap orang hendaknya senantiasa mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan.

Dalam tausiah tersebut, Waled Jamaluddin turut mengutip pandangan 
Syekh Muhammad Mutawalli asy-Sya'rawi  ulama besar, mufasir (ahli tafsir)

mengenai tingkatan rezeki yang diberikan Allah SWT kepada manusia.

Ia menjelaskan bahwa rezeki tidak semata-mata diukur dari banyaknya uang atau harta yang dimiliki seseorang. Menurutnya, kesehatan, kesempatan berbuat baik, hingga meninggal dalam keadaan husnul khatimah merupakan bagian dari rezeki yang memiliki nilai besar.

“Rezeki bukan hanya karena uang. Diberikan kesehatan dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah merupakan rezeki yang paling besar,” tuturnya.

Melalui kegiatan Jumpa Berlian tersebut, nilai-nilai spiritual diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan karakter jajaran Bawaslu Kota Lhokseumawe dalam menjalankan tugas secara berintegritas, profesional, serta bertanggung jawab.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa profesionalitas dalam menjalankan tugas kelembagaan tidak hanya dibangun melalui kompetensi, tetapi juga melalui nilai moral dan spiritual.

Penulis : Mustakim
Editor : Mustakim